Di tengah maraknya perdebatan tentang sifat-sifat Allah, satu pertanyaan mendasar kembali muncul:
Apakah Allah berada di suatu tempat?
Sebagian menjawab “di atas”, sebagian lagi mengatakan “di mana-mana”.
Namun, bagaimana sebenarnya ajaran Islam yang benar?
Buku “Penjelasan Lengkap Allah Ada Tanpa Tempat dan Tanpa Arah” karya Dr. H. Kholilurrohman, MA hadir sebagai penjelasan ilmiah yang mendalam untuk meluruskan pemahaman tersebut—berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan penjelasan ulama Ahlussunnah.
Tauhid: Ilmu Paling Utama dalam Islam
Buku ini menegaskan bahwa mengenal Allah adalah ilmu paling utama dalam Islam, bahkan menjadi fondasi seluruh ajaran agama. (Google Books)
Tanpa pemahaman yang benar tentang Allah, ibadah bisa kehilangan makna, bahkan berpotensi menyimpang.
Karena itu, pembahasan tentang sifat Allah bukan sekadar teori—tetapi menyangkut keselamatan iman.
Allah Tidak Terikat Tempat dan Arah
Salah satu poin utama dalam buku ini adalah penegasan bahwa:
Allah tidak diliputi oleh tempat dan tidak berlaku bagi-Nya arah. (Scribd)
Dalil yang digunakan sangat kuat, di antaranya:
- Al-Qur’an: “Tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya” (QS. Asy-Syura: 11) (Scribd)
- Hadits: “Allah ada dan tidak ada sesuatu pun selain-Nya” (HR. Bukhari) (Scribd)
Dari dalil ini, penulis menjelaskan bahwa:
- Tempat adalah makhluk
- Allah menciptakan tempat
- Maka Allah tidak membutuhkan tempat
Ini adalah prinsip dasar dalam aqidah Ahlussunnah.
Meluruskan Ungkapan yang Sering Keliru
Buku ini juga mengkritisi beberapa ungkapan yang sering digunakan, seperti:
- “Allah ada di mana-mana”
- “Allah berada di langit secara fisik”
Menurut penjelasan ulama yang dikutip dalam buku ini, ungkapan tersebut:
- Tidak tepat secara aqidah
- Bisa menimbulkan kesalahpahaman
- Berpotensi menyerupakan Allah dengan makhluk (Scribd)
Padahal, Islam mengajarkan tanzih—mensucikan Allah dari segala sifat makhluk.
Dalil Naqli dan Aqli Berjalan Bersama
Keunggulan buku ini adalah tidak hanya menggunakan dalil teks (naqli), tetapi juga logika (aqli).
Misalnya:
- Jika Allah butuh tempat → berarti bergantung
- Jika bergantung → berarti tidak sempurna
- Padahal Allah Maha Sempurna
Pendekatan ini membuat pembahasan lebih kuat dan mudah dipahami.
Mengikuti Jejak Ulama Ahlussunnah
Buku ini juga menampilkan pendapat ulama dari berbagai generasi yang sepakat bahwa:
- Allah tidak bertempat
- Allah tidak menyerupai makhluk
- Allah ada tanpa arah
Dengan demikian, pembaca diajak kembali kepada pemahaman aqidah yang bersumber dari tradisi keilmuan Islam yang otoritatif.
Bahasa Sistematis, Ilmu Mendalam
Meski membahas tema yang berat, buku ini disajikan dengan:
- Bahasa yang jelas dan terstruktur
- Dalil yang lengkap
- Argumentasi yang kuat
Cocok untuk:
- Santri dan mahasiswa
- Guru dan dai
- Masyarakat umum yang ingin memahami aqidah secara benar
📚 Kenapa Buku Ini Penting Anda Miliki?
- ✔ Membahas aqidah tauhid secara mendalam
- ✔ Berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan ulama
- ✔ Meluruskan kesalahpahaman tentang sifat Allah
- ✔ Relevan dengan perdebatan umat saat ini
🛒 Dapatkan Sekarang Juga
Jangan biarkan aqidah Anda dibangun dari pemahaman yang keliru.
Pelajari dari sumber yang ilmiah dan terpercaya.
👉 Pesan sekarang di Shopee:
🔗 https://shopee.co.id/maktabahmanaratulquran
✨ Tauhid yang Benar adalah Pondasi Segalanya
Allah tidak seperti makhluk.
Tidak butuh tempat.
Tidak dibatasi arah.
Memahami ini bukan sekadar ilmu—tetapi penjaga keimanan.

