Membongkar Kaidah Absurd Golongan Wahhabi Seandainya Itu Perkara Baik Niscaya Rasulullah Dan Para Sahabat Telah Mendahului Kita Dalam Mengerjakannya (لو كان خيرا لسبقونا إليه)

“Seandainya itu perkara baik, niscaya Rasulullah ﷺ dan para sahabat telah mendahului kita dalam mengerjakannya.” (لو كان خيرًا لسبقونا إليه)

Kalimat ini sering dijadikan sebagai kaidah untuk menolak berbagai amalan yang dianggap tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah ﷺ. Bahkan, tidak sedikit yang menjadikannya sebagai ukuran utama dalam menilai sunnah, bid’ah, dan berbagai persoalan keagamaan lainnya.

Namun, benarkah kaidah tersebut merupakan prinsip syariat yang bersifat mutlak? Apakah ia memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an, hadis, dan pemahaman para ulama? Ataukah penggunaannya selama ini justru melampaui batas yang dimaksudkan oleh syariat?

Melalui kajian yang sistematis, buku ini menelusuri asal-usul kaidah tersebut, menguji argumentasi yang melandasinya, serta mengkajinya berdasarkan Al-Qur’an, hadis, ijma’ ulama, kaidah ushul fiqih, dan praktik para ulama Ahlussunnah sepanjang sejarah. Berbagai contoh dan argumentasi dibahas secara runtut sehingga pembaca dapat memahami persoalan ini secara utuh, proporsional, dan ilmiah.

Lebih dari sekadar membantah sebuah slogan, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa kebenaran tidak dibangun di atas semboyan, tetapi di atas dalil yang sahih, metodologi istidlal yang benar, dan tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan oleh para ulama.

Dengan bahasa yang lugas namun tetap bernuansa akademik, buku ini menjadi bacaan penting bagi para santri, mahasiswa, dai, akademisi, serta siapa pun yang ingin mendalami persoalan bid’ah, sunnah, dan metode berhujjah secara lebih objektif dan mendalam.

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here