Al-Qur’an bukan hanya dibaca—tetapi juga direnungkan, dihayati, dan diamalkan.
Di sinilah tasawuf (sufisme) mengambil peran penting: menghidupkan dimensi batin dalam memahami wahyu.
Buku “Sufisme dalam Tafsir Nawawi” karya Dr. H. Kholilurrohman, MA mengajak pembaca untuk melihat bagaimana nilai-nilai tasawuf hadir dalam salah satu karya tafsir yang dikenal luas di dunia Islam, yaitu Tafsir Nawawi.
Mengenal Tafsir Nawawi
Imam Nawawi al-Bantani adalah salah satu ulama besar dari Nusantara yang diakui dunia. Karya tafsirnya menjadi rujukan penting di berbagai pesantren karena:
- Bahasa yang jelas dan sistematis
- Menggabungkan tafsir zahir dan makna batin
- Kaya dengan nilai spiritual
Buku ini mengungkap bagaimana tafsir tersebut tidak hanya menjelaskan hukum dan makna literal, tetapi juga menyentuh dimensi hati.
Apa Itu Sufisme dalam Tafsir?
Sufisme dalam tafsir bukan berarti menafsirkan Al-Qur’an secara bebas tanpa dasar.
Sebaliknya, ia adalah:
- Pendalaman makna ayat dengan pendekatan spiritual
- Upaya memahami hikmah di balik teks
- Cara menghubungkan ayat dengan kondisi hati manusia
Buku ini menjelaskan bahwa tafsir sufistik tetap harus:
- Berlandaskan Al-Qur’an dan hadits
- Tidak bertentangan dengan aqidah
- Mengikuti kaidah ulama
Menggabungkan Zahir dan Batin
Salah satu kekuatan utama yang dibahas dalam buku ini adalah keseimbangan antara:
- Makna zahir (teks dan hukum)
- Makna batin (hikmah dan spiritualitas)
Dalam Tafsir Nawawi, keduanya tidak dipisahkan, tetapi saling melengkapi.
Hasilnya:
- Pemahaman menjadi lebih utuh
- Ibadah menjadi lebih bermakna
- Hubungan dengan Allah menjadi lebih dekat
Tasawuf yang Berlandaskan Syariat
Buku ini juga menegaskan bahwa tasawuf yang benar adalah:
- Tidak keluar dari syariat
- Tidak bertentangan dengan aqidah
- Berfungsi untuk memperbaiki hati dan akhlak
Dengan demikian, tasawuf bukan sekadar teori, tetapi jalan menuju kedekatan dengan Allah.
Relevansi di Era Modern
Di zaman sekarang, banyak orang:
- Memahami agama hanya secara tekstual
- Kurang merasakan kedalaman spiritual
- Menjalankan ibadah tanpa penghayatan
Buku ini hadir sebagai pengingat bahwa:
Islam bukan hanya tentang apa yang dilakukan, tetapi juga bagaimana hati merasakannya.
Bahasa Ringan, Makna Mendalam
Ditulis dengan gaya:
- Mudah dipahami
- Sistematis
- Tetap kaya makna
Buku ini cocok untuk:
- Santri dan mahasiswa
- Pengkaji tafsir dan tasawuf
- Siapa saja yang ingin mendekatkan diri kepada Allah
📚 Kenapa Buku Ini Penting Anda Miliki?
- ✔ Mengkaji tafsir dari sisi spiritual (tasawuf)
- ✔ Berdasarkan karya ulama Nusantara yang otoritatif
- ✔ Menggabungkan ilmu dan penghayatan
- ✔ Relevan untuk kehidupan modern
🛒 Dapatkan Sekarang Juga
Jangan hanya membaca Al-Qur’an—rasakan maknanya.
Hidupkan hati dengan pemahaman yang lebih dalam.
👉 Pesan sekarang di Shopee:
🔗 https://shopee.co.id/maktabahmanaratulquran
✨ Al-Qur’an untuk Hati yang Hidup
Makna Al-Qur’an tidak hanya di pikiran…
tetapi juga di hati.
Dan buku ini membantu Anda menemukannya.

